🦈 Cara Menentukan Kkm Satuan Pendidikan Kurikulum 2013
CaraMenentukan KKM. Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Di dalam menetapkan KKM, satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama antara kepala sekolah,pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya.
MIFJANAHGANDOL- Masih Adakah KKM pada Kurikulum Merdeka? - Pada kurikulum 2013, ketercapaian belajar peserta didik diukur dengan pemenuhan suatu kriteria yang berdasarkan intake, kompleksitas, dan sumber daya yang disebut kriteria ketuntasan minimal (KKM). Praktiknya guru-guru lebih mementingkan ketercapaian KKM melalui asesmen akhir (Sumatif) namun terkadang melupakan asesmen proses
Namunsebelum membahas mengenai cara menghitung KKM Kriteria Ketuntasan Minimal berikut ini saya akan berikan info mengenai rambu-rambu penetapan KKM dan juga fungsi KKM terlebih dahulu. Kriteria Ketuntasan Minimal atau yang sering disebut KKM adalah kriteria kelengkapan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dan mengacu pada standar
Bagaimanadengan KKM kurikulum 2013? Sesuai dengan PERMENDIKBUD 81A, untuk KI-3 dan KI-4 peserta didik dapat dikatakan tunas apabila apabila menunjukkan indikator nilai ≥ 2.66 dari hasil tes formatif.Sedangkan, untuk KI-1 dan KI-2 peserta didik dinyatakan tuntas jika profil sikap peserta didik secara umum berada pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan yang
Satuanpendidikan dapat mensyaratkan pengambilan SKK per semesternya untuk peserta didik Paket A maksimal 25 SKK, peserta didik Paket B maksimal 30 SKK, dan peserta didik Paket C maksimal 30 SKK. Beban belajar yang diambil oleh peserta didik akan menjadi salah satu hal yang tercatat pada kontrak belajar.
Kriteriaketuntasan minimal pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk beberapa kelompok mata pelajaran. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan KKM SD Kurikulum 2013 Kelas 2 ( dua ) Revisi 2020, Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh sekolah. Pedoman dalam menentukan penetapan
DalamFormat Pemetaan KD dan KKM Kurikulum 2013 SD ini Daftar KD (Kompetensi Dasar) sudah sesuai dengan Lampiran Permendikbud RI No. 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Format Pemetaan KD dan KKM Kurikulum 2013 SD Format Microsoft Excel ini mungkin bermanfaat juga bagi anda yang membutuhkan
Cara Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Mata Pelajaran Kurikulum 2013 jenjang SMP/MTs. Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM diperlukan oleh guru atau pendidik dalam melakukan tahap-tahap pembelajaran. Pada setiap awal semester, seluruh guru memiliki kewajiban untuk menyusun perangkat pembelajaran yang di dalamnya termasuk penentuan Kriteria Ketuntasan
Diharapkandengan Aplikasi KKM SMP Kelas 7, 8, 9 Kurikulum 2013 Excel ini dapat bermanfaat bagi ibu/ bapak guru dalam menentukan KKM Mata Pelajaran disekolahnya. Saran dan Kritik sangat saya harapkan demi kemajuan blog ini dimasa yang akan datang. Dalam blog ini saya juga sediakan berbagai Tutorial dan Download Aplikasi penting untuk kebutuhan sekolah baik SD/ MI, SMP/ MTS, SMA/ SMK/ MA/ MAK.
. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Hal penting yang harus diperhatikan ketika melaksanakan penilaian dalam Kurikulum 2013 adalah KKM, Remedial, dan akan saya uraikan disini adalah bagaimana cara Menghitung KKM Mapel dan Sekolah !, KKM itu singkatan dari apa?, Nilai KKM itu berapa?, Bagaimana cara menghitung nilai KKM?, Bagaimana seorang guru menentukan KKM?, kkm sd contoh kkm, penentuan kkm, kkm 2022, kkm sekolah, kkm sekolah diambil dari, minimal kkm, kkm kuliah KKM Kriteria Ketuntasan MinimalAdalah kriteria ketuntasan minimal9KKM siswa belajar yang di tentukan sendiri oleh Satuan Pendidikan dengan mengacu pada harus diputuskan secara bersama antara kepala sekolah, dewan guru dan tenaga kependidikan, dimana semua yang terlibat dalam pembuatan KKM telah di SK kan oleh Kepala sekolah dan dibuat berita acara ,surat keputusan dan dokumentasi beserta perangkat lainnnya tentang proses penentuan KKM di menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 seratus. Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara ketuntasan minimal KKM menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar LHB sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta Kriteria Ketuntasan MinimalFungsi kriteria ketuntasan minimal KKM sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran. Setiap kompetensi dasar KD dan indikator ditetapkan KKM yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM. Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan saranaprasarana belajar di sekolah;merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi komponen yang harus diperhatikan dalam menyusun KKM adalah Karakeristik peserta didik intakeKarakteristik mata pelajaran kompleksitas materi/kompetensiSatuan Pendidikan daya dukungLangkah dalam penentuan KKM mata pelajaran pada satuan Pendidikan sebagai berikut Menghitung jumlah KD tiap mata pelajaran di masing-masing tingkat kelas dalam 1 tahun PelajaranMenentukan nilai Intake, kompleksitas dan daya dukung yang dimiliki baik siswa maupun dalam menentukan KKM Kriteria dalam menentukan KKM Karakteristik peserta didik Intake; Untuk siswa kelas VII dengan mengambil nilai rata rata Raport SD, nilai Ujian Sekolah SD atau nilai seleksi masuk ke SMP, Untuk kelas VIII dan IX , dengan memperhatikan nilai raport penetapan KKM Untuk memudahkan analisis setiap indikator, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran. ContohNilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah Mata pelajaran kompleksitas; Tingkat kesulitas dari masing-masing mata pelajaran dan tingkat kesulitan tiap bab yang dapat ditetapkan melalui forum guru di MGMP tingkat sekolah dengan memerhatikan ; hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD dan perlu tidaknya pengetahuan prasyarat. Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik; guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi; guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan; peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi; peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep; peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan; waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan/latihan; tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan 1. SK 2. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia stoikiometri KD Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Indikator Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksiIndikator ini memiliki kompleksitas yang tinggi, karena untuk menentukan pereaksi pembatas diperlukan beberapa tahap pemahaman/penalaran peserta didik dalam perhitungan 2. SK 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia KD Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifatsifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron Indikator Menentukan konfigurasi elektron berdasarkan tabel periodik atau nomor atom ini memiliki kompleksitas yang rendah karena tidak memerlukan tahapan berpikir/penalaran yang Satuan Pendidikan daya dukung sekolah ; Daya dukung sekolah meliputi Kompetensi pendidik bisa dilihat dari ijazah, nilai UKG, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, fasilitas penunjang disekolah seperti internet, perpustakaan, laboratorium dll.kelayakan sapras sekolahSarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran; Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders SK 3 Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktorfaktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri KD Menjelaskan keseimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah keseimbangan dengan melakukan percobaan Indikator Menyimpulkan pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran keseimbangan melalui dukung untuk Indikator ini tinggi apabila sekolah mempunyai sarana prasarana yang cukup untuk melakukan percobaan, dan guru mampu menyajikan pembelajaran dengan baik. Tetapi daya dukungnya rendah apabila sekolah tidak mempunyai sarana untuk melakukan percobaan atau guru tidak mampu menyajikan pembelajaran dengan menghitung dan menentukan KKM Mapel dan SekolahAgar tidak menimbulkan kriteria yang berbeda antar guru dalam satu sekolah, maka perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran seperti contoh berikut ini Menentukan KKM setiap KD dengan rumus berikut Menentukan KKM setiap mata pelajaran menggunakan rumus Model KKMModel KKM terdiri atas a. Lebih dari satu KKMArtinya dalam satu sekolah setiap mata pelajaran memiliki KKM yang berbeda, namun karena memiliki KKM nya berbeda-beda tiap mata pelajaran,maka muncul interval nilai dan predikat yang berbeda-beda seperti dibawah ini, saya misalkan 1. KKM Bahasa Indonesia 752. KKM Matematika 603. KKM IPA 64Maka kriteria predikat untuk Bahasa Indonesia yang memiliki KKM = 75 adalah nilai max – nilai KKM 3 = 100 – 75 3 = 8,3 Panjang interval untuk tiap predikat 8 atau 9Maka Kriteria predikat untuk Matematika yang memiliki KKM = 60 adalah niai max – nilai KMM3 = 100 -60 3 = 40 3 = 13,3 sehingga Panjang intervalnya 13 atau 14Maka kriterianya menjadi Maka Kriteria predikat untuk IPA yang memiliki KKM = 64 adalah nilai max – nilai kkm3 = 100 – 64 3 = 12Jadi Panjang interval nilainya 12 untuk mapel IPASehingga table predikatnya seperti ini,setelah semua mapel menentukan kritria predikatnya, nampak pada tabel berikut Berdasarkan ilustrasi diatas terlihat didalam table kritria predikatnya berbeda-beda, hal ini bisa menimbulkan masalah, karena ketidak pahaman orang tua dan siswa, oleh sebab itu satuan pendidikan harus mensosialisasikannya kepada pihak -pihat terkait, dengan Satu KKMSatuan Pendidikan yang memilih satu KKM untuk semua mata pelajaran , langkahnya adalah setelah setiap mata pelajaran menentukan KKM nya masing-masing , kemudian dipilihlah KKM satuan Pendidikan dengan cara mengambil KKM yang terendah, rata-rata kkm dari tiap mata pelajaran, atau modus dari KKM mata interval nilai dan predikat untuk semua mata pelajaran satu nilai dan tidak akan menimbulkan kebingungan orang tua siswa. Dibawah ini saya hantarkan contoh KKM IPA KELAS 9 SEM 1-2 TAHUN 2020-2021 Silahkan Contoh KKM Mapel dan Sekolah KKM IPA Kelas 7 tahun 2020-2021 DISINIKKM IPA Kelas 8 tahun 2020-2021 DISINIKKM IPA Kelas 9 tahun 2020-2021 DISINISumber rujukan Cara menghitung KKM Mapel dan Sekolah Panduan penilaian oleh pendidik dan satuan Pendidikan Kemdikbud Dirjen dikdas penentuan dan cara menghitung KKM Mapel dan Sekolah, semoga bermanfaat. ADH "Hebatnya seorang guru karena mendidik, dan rekreasi paling indah adalah mengajar" KH Maimoen Zubair
Sebelum saya menjelaskan mengenai langkah-langkah yang di perlukan dalam menentukan KKM maka terlebih dahulu anda harus memahami apa yang di maksud dengan KKM dan apa pula manfaat yang di peroleh dalam penentuan KKM bagi setiap mata pelajaran. KKM atau yang di sebut dengan kriteria ketuntasan minimal merupakan kriteria ketuntasan belajar yang di jadikan sebagai patokan atau penentu batas ketuntasan belajar bagi setiap peserta didik yang mana nilai dari KKM tersebut di tentukan oleh setiap satuan Pendidikan dengan mengacu kepada standar kompetensi lulusan. Dalam menetapkan nilai KKM kriteria ketuntasan minimal maka setiap satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama – sama antara Kepala Sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam menentukan nilai KKM pada setiap mata pelajaran. Manfaat yang di peroleh dalam menentukan nilai KKM pada setiap mata pelajaran di satuan pendidikan adalah untuk memberikan standar nilai ketuntasan sebagai gambaran seberapa besar kemampuan peserta didik dalam menyerap materi yang di ajarkan pada masing-masing mata pelajaran. Dalam menuntukan nilai KKM ada 3 hal yang perlu di perhatikan, ketiga hal tersebut yaitu Kompleksitas yang dimaksud disini adalah mengacu kepada karakteristik mata pelajaran. Tingkat kesulitan dari masing-masing mata pelajaran merupakan salah satu penentu bagi setiap satuan Pendidikan dalam menentukan nilai Batasan KKM. Untuk menentukan komponen kompleksitas tinggi atau rendah misalnya, bagaimana cara menentukan tingkat kesulitan dan kerumitan suatu mata pelajaran sehingga Tingkat Kompleksitas Tinggi ??? Nilai kompleksitas di katakana tinggi apabila dalam pelaksanaannya menuntut Sumber Daya Manusia SDM, termasuk didalamnya memahami kopetensi yang harus dicapai oleh siswa, kreatif dan inofatif dalam melaksanakan pembelajaran. Selain itu waktu, diantaranya waktunya cukup lama, karena perlu pengulangan. Serta Penalaran dan Kecermatan siswa yang tinggi. Untuk mengetahui tingkat kesulitan dan kerumitan dari masing-masing mata pelajaran maka dapat di tentukan dengan cara musyawarah yang dilakukan oleh masing-masing kelompok guru mata pelajaran yang membidangi mata pelajaran yang sama. Daya Dukung yang dimaksudkan disini yaitu berhubungan dengan kondisi satuan Pendidikan sekolah. Dalam menentukan KKM anda harus melihat bagaimana kondisi dari sekolah anda masing-masing. Ada beberapa hal yang meliputi kondisi satuan Pendidikan diantaranya yaitu a. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan; sesuai latar belakang keahlian b. Jumlah peserta didik dalam satu kelas; c. Predikat akreditasi sekolah; d. Kelayakan sarana prasarana sekolah. e. Biaya manajemen sekolah f. Komite dan stakeholder sekolah. Intake yang dimaksudkan disini yaitu berhubungan dengan karakteristik Peserta Didik. Karakteristik peserta didik sangat menentukan bagi setiap satuan Pendidikan dalam menentukan nilai KKM. Intake tingkat kemampuan rata-rata siswa, untuk memperoleh gambaran intake ini kita bisa melihat dari berbagai cara, diantaranya dari hasil seleksi penerimaan siswa baru, dari hasil raport kelas terakhir dari tahun sebelumnya, dari tes seleksi masuk atau psikotes, dan juga bisa dari ujian nasional pada jenjang sebelumnya. Dalam menentukan KKM anda juga perlu memperhatikan bagaimana hasil dari penilaian yang di peroleh peserta didik dalam memperoleh penilaian sebelumnya. Sebagai contoh untuk menentukan karakteristik siswa kelas 7 maka dapat di lihat dengan memperhatikan nilai rata-rata raport pada jenjang sebelumnya pada nilai raport SD sedangkan untuk siswa kelas 8 dan kelas 9 dapat di lihat dari hasil penilaian rata-rata nilai raport pada semester sebelumnya. Sebelum menentukan KKM mata pelajaran maka terlebih dahulu anda harus menentukan KKM dalam setiap kompetensi dasar dalam setiap mata pelajaran. Hasil dari seluruh KKM Kompetensi Dasar KD itulah yang nantinya di gunakan sebagai pelengkap dalam menentukan nilai KKM mata pelajaran. MENENTUKAN KKM KD Dalam menentukan KKM dalam setiap kompetensi dasar, maka anda dapat menggunakan rumus sebagai berikut Sebagai contoh dalam menghitung KKM pada setiap kompetensi dasar, maka berikut ini saya berikan contoh penjelasan dalam menentukan nilai KKM dalam setiap Kompetensi Dasar. Berikut ini contoh perhitungan nilai KKM Kompetensi dasar apabila menggunakan Rentang Nilai. Misalnya nilai aspek daya dukung mendapat nilai 90 tinggi, Nilai aspek kompleksitas mendapat nilai 70 sedang dan Nilai aspek intake mendapat nilai 65 sedang. Karena jumlah dari aspek yang di analisis sebanyak 3 maka nilai KKM untuk KD tersebut adalah Berikut ini contoh perhitungan nilai KKM Kompetensi dasar apabila menggunakan point atau skor. Misalnya nilai aspek daya dukung mendapat skor 3 tinggi, Nilai aspek kompleksitas mendapat skor 3 rendah dan Nilai aspek intake mendapat nilai 2 sedang. Maka nilai KKM untuk KD tersebut adalah MENENTUKAN KKM MATA PELAJARAN Untuk menentukan KKM mata pelajaran maka hal yang paling terpenting adalah anda harus terlebih dahulu menentukan KKM dari setiap Kompetensi Dasar kemudian jumlah dari seluruh nilai KKM pada kompetensi dasar tersebut nantinya akan di gunakan untuk menentukan nilai KKM Mata Pelajaran. Berikut ini rumus yang dapat anda gunakan untuk menentukan nilai KKM Mata Pelajaran Apabila seorang peserta didik memperoleh nilai di bawah KKM bisa di katakan bahwa peserta didik tersebut belum tuntas maka hendaklah guru memberikan pembelajaran Remedial sedangkan bagi peserta didik yang telah mancapai nilai ambang KKM maka peserta didik tersebut juga berhak untuk mendapatkan pembelajaran pengayaan. Pada postingan saya sebelumnya saya juga telah membahas mengenai arti dari pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan di samping itu juga saya telah membagikan format pembelajaran remedial dan format pembelajaran pengayaan yang mana di dalamnya juga telah saya lengkapi dengan pemberian format penilaian hasil remedial dan pengayaan. Apabila anda belum mengetahui dan belum memiliki formatnya maka anda dapat mendownloadnya dan mencari judul artikel yang membahas tentang pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan yang telah saya publish sebelumnya. Demikianlah penjelasan yang dapat saya bagikan mengenai langkah – langkah dalam menentukan KKM mata pelajaran yang dapat di gunakan dalam pembelajaran kurikulum 2013. Semoga artikel ini dapat bermanfaat buat anda yang membutuhkannya.
– Cara Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM Mata Pelajaran Kurikulum 2013 jenjang SMP/MTs. Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM diperlukan oleh guru atau pendidik dalam melakukan tahap-tahap pembelajaran. Pada setiap awal semester, seluruh guru memiliki kewajiban untuk menyusun perangkat pembelajaran yang di dalamnya termasuk penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM. Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM merupakan standar kompetensi minimal yang harus dicapai oleh peserta didik dalam pembelajaran. Penerapan kurikulum 2013 tidak bisa lepas dari penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM. Pemberlakuan kurikulum 2013 memiliki titik berat pada pencapaian kompetensi peserta didik. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran berbasis kurikulum 2013 adalah Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM, program remedial, dan program pengayaan. Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM harus merujuk pada Standar Kompetensi Lulusan SKL. Apabila peserta didik belum mencapai standar kompetensi minimal yang ditetapkan, maka guru atau pendidik berkewajiban untuk memberikan program remedial. Sedangkan untuk peserta didik yang telah mencapai atau melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM akan diberikan program pengayaan. Program remedial diberikan kepada peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang sudah ditetapkan. Sementara program pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian setiap kompetensi dasar KD maka harus dirumuskan indikator-indikator yang berfungsi sebagai acuan penilaian. Guru sebagai pendidik dan sekolah harus menetapkan kriteria-kriteria untuk menentukan apakah peserrta didik sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal atau belum. Cara Menentukan KKM Mata Pelajaran Langkah-langkah dalam Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM Mata Pelajaran Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM Mata Pelajaran Cara Menentukan Interval Predikat Bagikan Artikel Like this ARTIKEL TERPOPULER Cara Menentukan KKM Mata Pelajaran Guru mata pelajaran menentukan kriteria ketuntasan minimal pada setiap kompetensi Dasar KD, yang kemudian menjadi kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Baca Juga 1. Teknik penilaian pengetahuan dalam Kurikulum 2013 2. Pengertian, Konsep, dan Pendekatan Penilaian 3. Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Terdapat tiga hal pokok dalam menetukan kriteria ketuntasan minimal, yaitu intake, tingkat kompleksitas materi, dan daya dukung satuan pendidikan. Intake merupakan karakteristik peserta didik. Karakteristik ini beda-beda untuk setiap kelas. Kriteria ketuntasan minimal kelas VII tujuh, intake didasarkan pada rerata nilai hasil USBN pada jenjang Sekolah Dasar SD pada setiap mata pelajaran. Sementara kriteria ketuntasan minimal kelas 8 dan 9, intake peserta didik merujuk pada hasil perolehan nilai kenaikan kelas. Tingkat kompleksitas materi merujuk pada tingkat kesulitan setiap kompetensi dasar KD pada tiap-tiap mata pelajaran. Semakin rendah tingkat kompleksitas materi maka nilai ukurnya semakin tinggi. Sebaliknya semakin tinggi nilai tingkat kompleksitas materinya maka diikuti dengan semakin rendah nilai ukurnya. Daya dukung merupakan rujukan ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, tingkat kompetensi pendidik/guru, jumlah peserta didik pada setiap rombongan belajar, dan akreditasi sekolah. Langkah-langkah dalam Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM Mata Pelajaran Langkah-langkah dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM mata pelajaran adalah sebagai berikut. Menghitung jumlah kompetensi dasar KD setiap mata pelajaran pada masing-masing tingkat atau jenjang dalam satu tahun pelajaran. Menentukan nilai aspek karakter peserta didik intake, tingkat kompleksitas materi, dan kondisi satuan pendidikan atau daya dukung. Setiap guru mata pelajaran harus menyepakati skala penilaian dalam menentukan kriteria ketuntasan minimal atau KKM. Hal ini bertujuan agar terdapat kesamaan dan keseragaman dalam menentukan kriteria ketuntasan minimal atau KKM. Contoh kriteria dan skala penilaian dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal atau KKM. Aspek yg dianalisis Kriteria dan Skala Penilaian Intake Tinggi 80-100Sedang 65-79Rendah <65 Kompleksitas Tinggi <65Sedang 65-79Rendah 80-100 Daya dukung Tinggi 80-100Sedang 65-79Rendah <65 Dalam menentukan kriteria ketuntasan minimal digunakan rumus jumlah nilai setiap aspek / 3. Angka 3 merupakan jumlah dari aspek yang dianalisis intake, kompleksitas, dan daya dukung. Untuk nilai kriteria ketuntasan minimal setiap kompetensi dasar KD digunakan rentang 0 – 100 dengan angka bulat. Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM Mata Pelajaran Kriteria Ketuntasan Minimal KKM mata pelajaran diperoleh dengan rumus hitung jumlah nilai kriteria ketuntasan minimal KKM setiap kompetensi dasar KD dibagi dengan jumlah kompetensi dasar KD. Satuan pendidikan dapat memilih untuk menggunakan satu atau lebih kriteria ketuntasan minimal KKM. Satu kriteria ketuntasan minimal KKM berarti semua mata pelajaran menggunakan kriteria ketuntasan minimal yang sama. Sebaliknya satuan pendidikan juga dapat menentukan kriteria ketuntasan minimal KKM yang berbeda-beda pada setiap mata pelajaran. Bila sebuah satuan pendidikan menggunakan kriteria ketuntasan minimal yang sama, maka interval nilai dan predikat menggunakan satu ukuran. Sedangkan bila satuan pendidikan menggunakan kriteria ketuntasan minimal yang berbeda maka interval nilai dan predikat untuk setiap mata pelajaran juga berbeda. Sebelum rentang nilai dan predikat ditentukan, maka guru harus memastikan berapa jenis predikat yang akan diberikan. Hal ini perlu dilakukan karena nilai kriteria ketuntasan minimal KKM yang tercapai akan menempati predikat cukup. Cara Menentukan Interval Predikat Sebagai contoh pada mata pelajaran Matematika kelas VII tujuh kriteria ketuntasan minimal KKM ditetapkan 75 dengan predikat cukup. Rentang predikat yang akan diberikan meliputi A amat baik, B baik, C cukup, dan D kurang. Maka cara menentukan rentang nilai adalah 100/75 / 3 = 8,33. Dari perhitungan tersebut dapat diperoleh panjang interval untuk setiap predikat adalah 8 atau 9. Karena panjang interval nilainya 8 atau 9, maka untuk mata pelajaran Matematika tersebut interval nilai dan predikatnya adalah sebagai berikut. Interval Predikat Predikat Keterangan 92-100 A Sangat Baik 83-91 B Baik 75-82 C Cukup <75 D Kurang Tabel interval dan predikat nilai tersebut di atas akan berbeda jika mata pelajaran yang lain menggunakan kriteria ketuntasan minimal yang berbeda. Penggunaan kriteria ketuntasan minimal KKM yang berbeda terkadang menimbulkan permasalahan pada tataran peserta didik, orang tua, masyarakat luas, dan pengguna hasil penilaian yang lain. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman secara utuh terhadap kriteria ketuntasan minimal KKM. Baca Juga 1. Pengertian, Konsep, dan Pendekatan Penilaian 2. Pengertian Konsep Penilaian Assessment dan Fungsinya 3. Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Satuan pendidikan berkewajiban untuk mensosialisasikan kriteria ketuntasan minimal KKM yang sudah ditetapkan beserta dengan kriteria penilaian kepada elemen pendidikan di tingkat sekolah. Untuk lebih mudah dan amannya, maka kebanyakan satuan pendidikan menggunakan satu kriteria ketuntasan minimal KKM yang diberlakukan untuk semua mata pelajaran. Bagi Anda yang ingin mengunduh Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Tahun 2017, dapat memperolehnya pada tautan ini.
cara menentukan kkm satuan pendidikan kurikulum 2013